MARI BELAJAR SEPERTI APA KURIKULUM MERDEKA


Om Swastyastu semeton guru, dumogi rahayu sareng sami.

Saat ini Kemendikbudristek sedang menggaungkan Merdeka Belajar Episode 15 mengenai Kurikulum Merdeka. Banyak diantara kita yang bertanya-tanya : "Napi ye nike kurikulum merdeka nggih....?????"

Agar pertanyaan teman-teman terjawab, saya mencoba berbagi pengetahuan walaupun tiyang naler nenten begitu mendalami seperti apa kurikulum merdeka. Namun melalui tulisan saya ini saya mencoba berbagi apa yang saya dapatkan dari menggali pengetahuan baik dalam bentuk video, artikel ataupun sekadar beriskusi dengan teman sesama guru. 

Untuk memahami seperti apa kurikulum merdeka pertama-tama kita harus melihat ke potensi sumber daya yang ada di sekolah kita. Karena Kurikulum Merdeka sejatinya sudah diterapkan oleh sekolah-sekolah yang mendapat program Sekolah Penggerak. Agar dapat melangkah ke pemahaman kurikulum penggerak, rekan-rekan sane wangiang titiyang bisa mengawali dari memahami surat pengantar dari Dirjen GTK Kemdikbudristek tentang survey kesiapan melaksanakan kurikulum merdeka.


Berikut akses masuk survey:CELEK DRIKI

Sedangkan PPT yang bisa tiyang persembahkan mengawali belajar IKM inggih punike: KLIK DISINI atau niki dados naler PPT.FIX

Mangkin ngiring bligbangan sekadi napi daging IKM......

Menurut Kemdikbudristek (2022) secara sederhana ada tiga hal yang perlu diperhatikan untuk menerjemahkan Kurikulum Merdeka menjadi kurikulum operasional, yaitu:

  • menyusun struktur kurikulum operasional satuan pendidikan
  • merancang pembelajaran berbasis projek, dan 
  • menyusun struktur kurikulum operasional satuan pendidika
Berikut ini penjelasan Kepala Badan Standar Kurikulum, dan Asesment Pendidikan Bapak Anindito Aditomo, S.Psi.,M. Phil.,P.Hd

Rahajeng menonton semeton!!

Penjelasan 1 Kepala BSKAP Kemdikbudristek tentang Kurikulum Merdeka

Penjelasan 2

Dari penjelasan nike dapat dicermati beberapa prinsip dalam pengembangan struktur Kurikulum Merdeka:

1. Struktur Minimum

Struktur kurikulum minimum ditetapkan tapi satuan pendidikan bisa mengembangkan program dan kegiatan tambahan sesuai visi misi dan juga sumber daya yang tersedia.

2. Otonomi

Kurikulum memberi kemerdekaan pada satuan pendidikan dan pendidik untuk merancang proses dan materi pembelajaran yang relevan dan kontekstual.

3. Sederhana

Perubahan yang terjadi adalah seminimal mungkin dengan beberapa aspek yang berubah secara signifikan dari kurikulum sebelumnya. Tapi, tujuan, arah perubahan, dan rancangannya jelas dan mudah dipahami sekolah dan pemangku kepentingan.

4. Gotong Royong

Pengembangan kurikulum dan bahan ajar adalah hasil kolaborasi puluhan institusi, diantaranya Kementerian Agama, universitas, sekolah dan lembaga pendidikan lainnya.

Struktur Per Jenjang SD

Pembelajaran diatur berdasarkan jenjang, seperti yang sudah diterapkan pada Sekolah Penggerak sebagai berikut: Struktur Kurikulum Merdeka jenjang SD

Panduan pengembangan proyek penguatan Profil Pelajar Pancasila Panduan Pengembangan Proyek_Profil Pelajar PANCASILA dan Proyek dalam Pembelajaran dengan Kurikulum Merdeka

Selain itu dalam kurikulum merdeka ada istilah CP dan ATP ape ye to nahhhhhh...... niki hasil pengetahuan yang saya pelajari: 

Definisi capaian pembelajaran (CP) dalam Kurikulum Merdeka

Menurut Kemdikbudristek (2022) Capaian pembelajaran dikenal juga dengan istilah learning achievementachievement standard atau learning outcomes. Secara sederhana, capaian pembelajaran bisa didefinisikan sebagai kompetensi pembelajaran yang harus dicapai peserta didik pada setiap tahap perkembangan peserta didik untuk setiap mata pelajaran pada satuan pendidikan dasar dan menengah.

Capaian pembelajaran memuat sekumpulan kompetensi dan lingkup materi yang disusun secara komprehensif dalam bentuk narasi.

Model alternatif ini berfokus pada apa yang diharapkan dari siswa yang harus dilakukan di akhir modul atau program. Oleh karena itu, pendekatan ini biasa disebut sebagai pendekatan berbasis hasil.

Capaian pembelajaran terdiri dari 6 fase (A-F) atau tahapan yang meliputi seluruh jenjang pendidikan dasar dan menengah (SD, SMP, SMA), sedangkan untuk SLB capaian pembelajaran didasarkan pada usΓ­a mental yang ditetapkan berdasarkan hasil asesmen.

Khusus untuk PAUD, istilah capaian pembelajaran mengacu kepada capaian perkembangan bukan capaian pembelajaran. Mengingat pembelajaran di PAUD berbasis pada enam aspek perkembangan kognitif, sosial emosi, bahasa, fisik dan motorik serta seni. Aspek-aspek inilah yang menjadi satu kesatuan dalam pembelajaran.


  • Konsep alur tujuan pembelajaran (ATP)

  • Jika capaian pembelajaran adalah kompetensi yang diharapkan dapat dicapai siswa di akhir fase, maka Alur Tujuan Pembelajaran adalah rangkaian tujuan pembelajaran yang tersusun secara sistematis dan logis di dalam fase pembelajaran.

    1. Alur menjadi panduan guru dan siswa untuk mencapai capaian pembelajaran di akhir suatu fase.
    2. Tujuan pembelajaran disusun secara kronologis berdasarkan urutan pembelajaran dari waktu ke waktu.
    3. Guru dapat menyusun alur pembelajaran masing-masing, yang terdiri dari rangkaian tujuan pembelajaran.
    4. Pemerintah akan menyediakan beberapa set alur pembelajaran yang siap digunakan dan membuat panduan untuk penyusunan perangkat ajar

    Konsep tujuan pembelajaran

    Tujuan pembelajaran adalah deskripsi pencapaian tiga aspek kompetensi yakni pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diperoleh siswa dalam satu atau lebih kegiatan pembelajaran.

    Tujuan pembelajaran disusun secara kronologis berdasarkan urutan pembelajaran dari waktu ke waktu yang menjadi prasyarat menuju capaian pembelajaran.

    Secara operasional, komponen tujuan pembelajaran dapat memuat tiga aspek berikut ini:

    1. Kompetensi
    Kompetensi adalah kemampuan yang dapat didemonstrasikan oleh siswa atau diaktualisasikan dalam bentuk produk atau kinerja (abstrak dan konkret). ini dibutuhkan untuk menunjukkan siswa telah berhasil mencapai tujuan pembelajaran.

    2. Konten
    Konten adalah ilmu pengetahuan inti atau konsep utama yang diperoleh siswa melalui pemahaman selama proses pembelajaran di akhir satu unit pembelajaran.

    3. Variasi
    Variasi adalah sebuah keterampilan berpikir apa saja yang perlu dikuasai siswa untuk dapat mencapai tujuan pembelajaran. Penggunaan keterampilan berpikir kreatif, kritis, dan tingkat tinggi, seperti mengevaluasi, menganalisis, memprediksi, menciptakan, dan lain sebagainya.

    Contoh: Menjelaskan hukum Newton dengan menggunakan kata-kata sendiri dan menceritakan fenomena dalam keseharian yang menggambarkan hukum Newton.

    Catatan:

    1. Kompetensi (Kata kerja yang menunjukkan keterampilan/ aksi) -> menjelaskan, menceritakan
    2. Konten (materi yang dipelajari) -> hukum Newton
    3. Variasi (penggunaan keterampilan berpikir kreatif, kritis, dan tingkat tinggi) -> dengan kata-kata sendiri

Pengertian Profil Pelajar Pancasila

Definisi Profil Pelajar Pancasila

Profil Pelajar Pancasila adalah profil lulusan yang bertujuan menunjukkan karakter dan kompetensi yang diharapkan diraih dan menguatkan nilai-nilai luhur Pancasila peserta didik dan para pemangku kepentingan.

Kegunaan Profil Pelajar Pancasila

  • Menerjemahkan tujuan dan visi pendidikan ke dalam format yang lebih mudah dipahami oleh seluruh pemangku kepentingan pendidikan
  • Menjadi kompas bagi pendidik dan Pelajar Indonesia
  • Tujuan akhir segala pembelajaran, program dan kegiatan di satuan

  • A S E S M E N T

Prinsip asesmen

Prinsip Pembelajaran

  1. Pembelajaran dirancang dengan mempertimbangkan tingkat pencapaian peserta didik saat ini, sesuai kebutuhan belajar, serta mencerminkan karakter dan perkembangan mereka.
  2. Pembelajaran dirancang dan dilaksanakan untuk membangun kapasitas belajar peserta didik dan kapasitas mereka untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat, mendorong pengembangan kapasitas belajar.
  3. Kegiatan belajar mendukung perkembangan kognitif dan karakter peserta didik secara berkelanjutan dan holistik.
  4. Pembelajaran yang relevan, yaitu pembelajaran yang dirancang sesuai konteks kehidupan dan budaya peserta didik, serta melibatkan orang tua dan komunitas sebagai mitra.
  5. Pembelajaran berorientasi pada masa depan yang berkelanjutan.

Prinsip Asesmen

  1. Asesmen merupakan bagian terpadu dari proses pembelajaran, memfasilitasi pembelajaran, menyediakan informasi sebagai umpan balik untuk guru, peserta didik, dan orang tua.
  2. Asesmen perlu dirancang dan dilakukan sesuai dengan tujuan.
  3. Asesmen dirancang secara adil, valid dan dapat dipercaya, memberikan informasi yang kaya bagi guru, peserta didik dan orang tua mengenai kemajuan dan pencapaian pembelajaran, serta keputusan tentang langkah selanjutnya.
  4. Asesmen sebaiknya meliputi berbagai bentuk tugas, instrumen, dan teknik yang sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ditargetkan.
  5. Laporan kemajuan belajar dan pencapaian peserta didik bersifat sederhana dan informatif, memberikan informasi yang bermanfaat untuk peserta didik dan orang tua, dan data yang berguna untuk penjaminan dan peningkatan mutu pembelajaran.

Keterkaitan Prinsip Asesmen & Pembelajaran

  1. Pembelajaran dirancang dengan mempertimbangkan tingkat pencapaian peserta didik saat ini, sesuai kebutuhan belajar, serta mencerminkan karakter dan perkembangan mereka.
  2. Pembelajaran dirancang dan dilaksanakan untuk membangun kapasitas belajar peserta didik dan kapasitas mereka untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat
  3. Kegiatan belajar mendukung perkembangan kognitif dan karakter peserta didik secara berkelanjutan dan holistik
  4. Pembelajaran yang relevan, yaitu pembelajaran yang dirancang sesuai konteks kehidupan, menghargai budaya peserta didik, serta melibatkan orang tua dan komunitas sebagai mitra
  5. Pembelajaran berorientasi pada masa depan yang berkelanjutan
  • Asesmen Diagnostik

    Asesmen diagnostik bertujuan untuk mendiagnosis kemampuan dasar siswa dan mengetahui kondisi awal siswa. Asesmen diagnostik terbagi menjadi asesmen diagnostik non-kognitif dan asesmen diagnosis kognitif.

  • Asesmen diagnostik non-kognitif

    Tujuan asesmen diagnostik non-kognitif adalah:

    • Mengetahui kesejahteraan psikologi dan sosial emosi siswa
    • Mengetahui aktivitas selama belajar di rumah
    • Mengetahui latar belakang pergaulan siswa
    • Mengetahui gaya belajar, karakter serta minat siswa

    Tahapan melaksanakan asesmen diagnostik non-kognitif adalah:

    • Persiapan. Contoh:
        1. Siapkan alat bantu berupa gambar-gambar yang mewakili
        2. Buat daftar pertanyaan kunci mengenai aktivitas siswa
    • Pelaksanaan. Contoh: Meminta siswa mengekspresikan perasaannya selama belajar di rumah serta menjelaskan aktivitasnya, bisa dengan cara bertutur langsung (bercerita), menuliskannya, atau melalui gambar.
      Pelaksanaan dapat dilakukan dengan strategi tanya-jawab:
      • Memastikan pertanyaan jelas dan mudah dipahami
      • Menyertakan acuan atau stimulus informasi yang dapat membantu siswa menemukan jawabannya
      • Memberikan waktu berpikir pada siswa sebelum menjawab pertanyaan
    • Tindak Lanjut
        1. Identifikasi siswa dengan ekspresi emosi negatif dan ajak berdiskusi empat mata
        2. Menentukan tindak lanjut dan mengomunikasikan dengan siswa serta orang tua bila diperlukan
        3. Ulangi pelaksanaan asesmen non-kognitif pada awal pembelajaran

    Asesmen diagnostik kognitif

    Tujuan asesmen diagnostik kognitif adalah:

    • Mengidentifikasi capaian kompetensi siswa
    • Menyesuaikan pembelajaran di kelas dengan kompetensi rata-rata siswa
    • Memberikan kelas remedial atau pelajaran tambahan kepada siswa yang kompetensinya di bawah rata-rata

    Tahapan melaksanakan asesmen diagnostik kognitif adalah:

    • Persiapan & Pelaksanaan

        1. Buat jadwal pelaksanaan asesmen

        2. Identifikasi materi asesmen berdasarkan penyederhanaan kompetensi dasar yang disediakan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan

        3. Susun pertanyaan sederhana yang meliputi:

            1. 2 pertanyaan sesuai kelasnya, dengan topik capaian pembelajaran baru

            2. 6 pertanyaan dengan topik satu kelas di bawah

            3. 2 pertanyaan dengan topik dua kelas di bawah (sesuaikan pertanyaan dengan topik yang menjadi prasyarat untuk bisa mengikuti pembelajaran di jenjang sekarang)

            4. Berikan asesmen untuk semua siswa di kelas, baik yang belajar tatap muka di sekolah maupun yang belajar di rumah

    • Tindak Lanjut

        1. Lakukan pengolahan hasil asesmen

            1. Buat penilaian dengan kategori “Paham utuh”, “Paham sebagian”, dan “Tidak paham”
            2. Hitung rata-rata kelas
        2. Bagi siswa menjadi tiga kelompok:

            1. Siswa dengan nilai rata-rata kelas akan mengikuti pembelajaran dengan ATP sesuai fasenya
            2. Siswa dengan nilai di bawah rata-rata mengikuti pembelajaran dengan diberikan pendampingan pada kompetensi yang belum terpenuhi
            3. Siswa dengan nilai di atas rata-rata mengikuti pembelajaran dengan pengayaan
        3. Lakukan penilaian pembelajaran topik yang sudah diajarkan sebelum memulai topik pembelajaran baru, untuk menyesuaikan pembelajaran sesuai dengan rata-rata kemampuan siswa

        4. Ulangi proses diagnosis ini dengan melakukan asesmen formatif (dengan bentuk dan strategi yang variatif), sampai siswa mencapai tingkat kompetensi yang diharapkan

      1. Asesmen Formatif & Sumatif

        Definisi Asesmen Formatif

        • Metode evaluasi yang dilakukan untuk evaluasi proses pemahaman murid, kebutuhan pembelajaran, dan kemajuan akademik selama pembelajaran.
        • Asesmen formatif memantau pembelajaran murid dan memberikan umpan balik yang berkala, dan berkelanjutan.
        • Bagi murid, asesmen formatif berfungsi membantu murid mengidentifikasi kekuatan dan aspek yang perlu dikembangkan.
        • Bagi guru dan sekolah, asesmen formatif berfungsi memberikan informasi mengenai tantangan apa saja yang dihadapi murid dalam proses pembelajaran projek sehingga dukungan yang memadai dapat diberikan.
        • Asesmen formatif dapat diberikan oleh guru, teman, atau diri sendiri.

        Definisi Asesmen Sumatif

        • Metode evaluasi yang dilakukan di akhir pembelajaran.
        • Asesmen sumatif seringkali memiliki taruhan tinggi karena berpengaruh terhadap nilai akhir murid, jadisering diprioritaskan murid daripada asesmen formatif.
        • Umpan balik dari asesmen hasil akhir ini (sumatif) dapat digunakan untuk mengukur perkembangan murid untuk memandu guru dan sekolah merancang aktivitas mereka untuk projek berikutnya.

        Untuk saat ini, assessment of learning yang paling banyak dilakukan oleh guru. Harapannya dengan kurikulum baru akan lebih banyak mengutamakan assessment as learning dan for learning.

        Penekanan pada Asesmen Formatif

        Dengan penerapan kurikulum ini, guru diharapkan dapat memberikan proporsi lebih banyak pada pelaksanaan asesmen formatif daripada menitikberatkan orientasi pada asesmen sumatif.

        Harapannya, kurikulum ini akan mendukung proses penanaman kesadaran bahwa proses lebih penting daripada sebatas hasil akhir.

        Membangun Keseimbangan Asesmen Formatif dan Sumatif

        Jumlah asesmen formatif sebaiknya lebih banyak dari jumlah asesmen sumatif.

        Jelaskan tujuan asesmen formatif adalah untuk perbaikan dan pengembangan diri. Asesmen formatif dapat membantu mereka mendapatkan nilai yang lebih baik dalam asesmen sumatif di akhir, juga untuk mengoptimalkan kegiatan pembelajaran.

        Bangun keterkaitan antara asesmen sumatif dan formatif. Dengan merancang asesmen formatif yang berkontribusi pada tugas sumatif dapat menurunkan beban kerja murid dan memperjelas relevansi tugas formatif.

        Mengapa Keseimbangan Asesmen Formatif dan Sumatif penting?

        Mengubah paradigma belajar yang menitikberatkan pada nilai menjadi belajar yang menitikberatkan pada proses.

        Jika ketergantungan pada asesmen sumatif masih terjadi dengan umpan balik yang sedikit, maka dapat menghambat proses murid untuk “mengalami pengetahuan”.

        Bentuk asesmen formatif maupun sumatif ada dua, yaitu:

        1. Bentuk Tidak Tertulis, contohnya:
          • Diskusi kelas
          • Drama
          • Produk
          • Presentasi
          • Tes Lisan
        2. Bentuk Tertulis, contohnya:
          • Refleksi
          • Esai
          • Jurnal
          • Poster
          • Tes Tertulis
        3. Panduan pembelajaran dan asessment Kurikulum merdeka Pembelajaran dan Asesment


        4. Pemberian umpan balik

        5. Dados umpan balik nike mebuat...?

          Umpan balik merupakan kumpulan informasi mengenai bagaimana seseorang melakukan suatu kegiatan. Umpan balik biasanya berisi hal baik yang sudah dilakukan, hal yang butuh perbaikan dan hal yang bisa dikembangkan untuk aktivitas selanjutnya

          Bagi guru, umpan balik dapat memberikan informasi perkembangan murid untuk memodifikasi pengajaran dan pembelajaran di masa depan.

          Bagi murid, umpan balik membantu untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan mereka sehingga murid dapat mengatur dan merasa berperan dalam proses pembelajaran mereka. Selain itu, memberikan umpan balik kepada sesama teman juga memberikan kesempatan bagi murid untuk belajar dari satu sama lain.

          10 Prinsip Pemberian Umpan Balik yang Efektif menurut Nicol, D.:

          1.Mudah dimengerti; menggunakan bahasa yang mudah dipahami. 2. Transferable; berfokus pada proses pembelajaran 3. Melihat ke belakang; mengacu pada pencapaian murid dari penilaian sebelumnya 4. Spesifik; berhubungan dengan aktivitas yang dinilai. 5. Lebih dari penilaian; tidak hanya terpaku pada nilai tetapi pencapaian target pembelajaran. 6. Tepat waktu; memberikan cukup waktu untuk memperbaiki. 7. Kontekstual; berhubungan dengan Capaian Pembelajaran dan kriteria penilaian. 8. Seimbang; berikan pujian juga atas pencapaian. 9. Melihat ke depan; berikan masukan bagaimana untuk memperbaiki diri/ proyek berikutnya. 10. Selektif; memberikan komentar yang detil untuk 2-3 hal saja yang didahulukan.

          Seperti apa umpan balik yang baik?

          • Menurut Kemdikbudristek (2022) umpan balik harus terdiri dari:
            • feed up (mengklarifikasi tujuan dengan murid),
            • feedback (tanggapan atas pekerjaan murid dan kemajuan mereka)
            • feed forward (saran bagi murid untuk dipakai di masa depan menggunakan data dari feedback).
          • Membutuhkan tujuan dan sasaran yang jelas dan dapat dimengerti oleh murid dan guru.
            • Memungkinkan murid untuk mengidentifikasi:
            • apa yang mereka ketahui,
            • apa yang mereka pahami,
            • di mana mereka membuat kesalahan,
            • di mana mereka memiliki kesalahpahaman
            • kapan mereka terlibat / tidak terlibat dalam pembelajaran.

          Mengapa umpan balik penting?

          Umpan balik nike satmaka "ngaukin". Kenken rasane yen ten wenten ane nyambat sare tatkale irage teka? Pastika wenten sane kirang, lan rumase nenten wenten kewigunan. Punika naler umpan balik ring proses pembelajaran. Menurut Kemdikbudristek (2022) Umpan balik merupakan kumpulan informasi mengenai bagaimana seseorang melakukan suatu kegiatan. Umpan balik biasanya berisi hal baik yang sudah dilakukan, hal yang butuh perbaikan dan hal yang bisa dikembangkan untuk aktivitas selanjutnya. Niki seperti tindak lanjut mangde nenten terus mentrasnsfer pengetahuan tanpa melihat neked dije sampun muride melajah.

          Yening guru, umpan balik mresidayang ngicenin informasi perkembangan murid untuk memodifikasi pengajaran dan pembelajaran seperti apa kedepannya.

          yening murid, umpan balik ngewantu mangde kelebihan lan kekirangan murid sehingga murid mresidayang ngatur dan merasa berperan dalam proses pembelajaran mereka. Tiyosan punika, ngicenin umpan balik ring sesama teman naler memberikan kesempatan bagi murid untuk belajar dari satu sama lain.

    Tiyosan punika naler tiyang lampirkan panduan pengembangan proyek Penguatan Profil Pelajar pancasila, Panduan Pembelajaran dan Asessment, dan struktur kurikulum di sekolah penggerak klik disini

  • Tambahan terkait Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (Kurikulum Merdeka) sekadi ring sor:

  • 2.    Kepmen IKM
  • 6.    P5
  • 9.    ATP


  • Amunike kirang langkung, ngiring melajah sareng-sareng duaning sami ne ke ruruh ring jagate niki nak sangkaning belog, nike mekade napi sane tulis tiyang niki pastike wenten kekirangane. Mangde semeton utami teman-teman guru nagingin malih mangde jangkep. Ampura kirang langkung. 

  • I Putu Ardika




Komentar

  1. Sangat menginspirasi dan menambah pemahaman tentang kurikulum merdeka. Suksma pak putu

    BalasHapus
  2. mantap penjelasannya Pak Putu...sukses slluπŸ‘πŸΌπŸ‘πŸΌ

    BalasHapus
  3. Sangat menginspirasi dan menambah pemahaman tentang kurikulum merdeka. Semoga kedepannya dapat terus berkarya dan mencetak generasi penerus bangsa yang dapat membanggakan kita semua. semangat Pak Putu. swaha tuhan lancarakan dalam setiap kegiatan.

    BalasHapus
  4. Pak, Guru yang selalu menginspirasi, patut ditiru dan digugu, suksma atas pencerahannya suhu.

    BalasHapus
  5. Nunas pencerahannya Suhu....πŸ™

    BalasHapus
  6. Wah kerenπŸ‘πŸ‘, terimakasih sudah berbagi πŸ™

    BalasHapus

Posting Komentar