MARI BELAJAR SEPERTI APA KURIKULUM MERDEKA
Om Swastyastu semeton guru, dumogi rahayu sareng sami.
Saat ini Kemendikbudristek sedang menggaungkan Merdeka Belajar Episode 15 mengenai Kurikulum Merdeka. Banyak diantara kita yang bertanya-tanya : "Napi ye nike kurikulum merdeka nggih....?????"
Agar pertanyaan teman-teman terjawab, saya mencoba berbagi pengetahuan walaupun tiyang naler nenten begitu mendalami seperti apa kurikulum merdeka. Namun melalui tulisan saya ini saya mencoba berbagi apa yang saya dapatkan dari menggali pengetahuan baik dalam bentuk video, artikel ataupun sekadar beriskusi dengan teman sesama guru.
Untuk memahami seperti apa kurikulum merdeka pertama-tama kita harus melihat ke potensi sumber daya yang ada di sekolah kita. Karena Kurikulum Merdeka sejatinya sudah diterapkan oleh sekolah-sekolah yang mendapat program Sekolah Penggerak. Agar dapat melangkah ke pemahaman kurikulum penggerak, rekan-rekan sane wangiang titiyang bisa mengawali dari memahami surat pengantar dari Dirjen GTK Kemdikbudristek tentang survey kesiapan melaksanakan kurikulum merdeka.
Berikut akses masuk survey:CELEK DRIKI
Sedangkan PPT yang bisa tiyang persembahkan mengawali belajar IKM inggih punike: KLIK DISINI atau niki dados naler PPT.FIX
Mangkin ngiring bligbangan sekadi napi daging IKM......- menyusun struktur kurikulum operasional satuan pendidikan
- merancang pembelajaran berbasis projek, dan
- menyusun struktur kurikulum operasional satuan pendidika
Rahajeng menonton semeton!!
Penjelasan 1 Kepala BSKAP Kemdikbudristek tentang Kurikulum Merdeka
Dari penjelasan nike dapat dicermati beberapa prinsip dalam pengembangan struktur Kurikulum Merdeka:
1. Struktur Minimum
Struktur kurikulum minimum ditetapkan tapi satuan pendidikan bisa mengembangkan program dan kegiatan tambahan sesuai visi misi dan juga sumber daya yang tersedia.
2. Otonomi
Kurikulum memberi kemerdekaan pada satuan pendidikan dan pendidik untuk merancang proses dan materi pembelajaran yang relevan dan kontekstual.
3. Sederhana
Perubahan yang terjadi adalah seminimal mungkin dengan beberapa aspek yang berubah secara signifikan dari kurikulum sebelumnya. Tapi, tujuan, arah perubahan, dan rancangannya jelas dan mudah dipahami sekolah dan pemangku kepentingan.
4. Gotong Royong
Pengembangan kurikulum dan bahan ajar adalah hasil kolaborasi puluhan institusi, diantaranya Kementerian Agama, universitas, sekolah dan lembaga pendidikan lainnya.
Struktur Per Jenjang SD
Pembelajaran diatur berdasarkan jenjang, seperti yang sudah diterapkan pada Sekolah Penggerak sebagai berikut: Struktur Kurikulum Merdeka jenjang SD
Panduan pengembangan proyek penguatan Profil Pelajar Pancasila Panduan Pengembangan Proyek_Profil Pelajar PANCASILA dan Proyek dalam Pembelajaran dengan Kurikulum Merdeka
Selain itu dalam kurikulum merdeka ada istilah CP dan ATP ape ye to nahhhhhh...... niki hasil pengetahuan yang saya pelajari:
Definisi capaian pembelajaran (CP) dalam Kurikulum Merdeka
Menurut Kemdikbudristek (2022) Capaian pembelajaran dikenal juga dengan istilah learning achievement, achievement standard atau learning outcomes. Secara sederhana, capaian pembelajaran bisa didefinisikan sebagai kompetensi pembelajaran yang harus dicapai peserta didik pada setiap tahap perkembangan peserta didik untuk setiap mata pelajaran pada satuan pendidikan dasar dan menengah.
Capaian pembelajaran memuat sekumpulan kompetensi dan lingkup materi yang disusun secara komprehensif dalam bentuk narasi.
Model alternatif ini berfokus pada apa yang diharapkan dari siswa yang harus dilakukan di akhir modul atau program. Oleh karena itu, pendekatan ini biasa disebut sebagai pendekatan berbasis hasil.
Capaian pembelajaran terdiri dari 6 fase (A-F) atau tahapan yang meliputi seluruh jenjang pendidikan dasar dan menengah (SD, SMP, SMA), sedangkan untuk SLB capaian pembelajaran didasarkan pada usΓa mental yang ditetapkan berdasarkan hasil asesmen.
Khusus untuk PAUD, istilah capaian pembelajaran mengacu kepada capaian perkembangan bukan capaian pembelajaran. Mengingat pembelajaran di PAUD berbasis pada enam aspek perkembangan kognitif, sosial emosi, bahasa, fisik dan motorik serta seni. Aspek-aspek inilah yang menjadi satu kesatuan dalam pembelajaran.
Konsep alur tujuan pembelajaran (ATP)
Jika capaian pembelajaran adalah kompetensi yang diharapkan dapat dicapai siswa di akhir fase, maka Alur Tujuan Pembelajaran adalah rangkaian tujuan pembelajaran yang tersusun secara sistematis dan logis di dalam fase pembelajaran.
- Alur menjadi panduan guru dan siswa untuk mencapai capaian pembelajaran di akhir suatu fase.
- Tujuan pembelajaran disusun secara kronologis berdasarkan urutan pembelajaran dari waktu ke waktu.
- Guru dapat menyusun alur pembelajaran masing-masing, yang terdiri dari rangkaian tujuan pembelajaran.
- Pemerintah akan menyediakan beberapa set alur pembelajaran yang siap digunakan dan membuat panduan untuk penyusunan perangkat ajar
Konsep tujuan pembelajaran
Tujuan pembelajaran adalah deskripsi pencapaian tiga aspek kompetensi yakni pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diperoleh siswa dalam satu atau lebih kegiatan pembelajaran.
Tujuan pembelajaran disusun secara kronologis berdasarkan urutan pembelajaran dari waktu ke waktu yang menjadi prasyarat menuju capaian pembelajaran.
Secara operasional, komponen tujuan pembelajaran dapat memuat tiga aspek berikut ini:
1. Kompetensi
Kompetensi adalah kemampuan yang dapat didemonstrasikan oleh siswa atau diaktualisasikan dalam bentuk produk atau kinerja (abstrak dan konkret). ini dibutuhkan untuk menunjukkan siswa telah berhasil mencapai tujuan pembelajaran.2. Konten
Konten adalah ilmu pengetahuan inti atau konsep utama yang diperoleh siswa melalui pemahaman selama proses pembelajaran di akhir satu unit pembelajaran.3. Variasi
Variasi adalah sebuah keterampilan berpikir apa saja yang perlu dikuasai siswa untuk dapat mencapai tujuan pembelajaran. Penggunaan keterampilan berpikir kreatif, kritis, dan tingkat tinggi, seperti mengevaluasi, menganalisis, memprediksi, menciptakan, dan lain sebagainya.Contoh: Menjelaskan hukum Newton dengan menggunakan kata-kata sendiri dan menceritakan fenomena dalam keseharian yang menggambarkan hukum Newton.
Catatan:
- Kompetensi (Kata kerja yang menunjukkan keterampilan/ aksi) -> menjelaskan, menceritakan
- Konten (materi yang dipelajari) -> hukum Newton
- Variasi (penggunaan keterampilan berpikir kreatif, kritis, dan tingkat tinggi) -> dengan kata-kata sendiri
Pengertian Profil Pelajar Pancasila
Definisi Profil Pelajar Pancasila
Profil Pelajar Pancasila adalah profil lulusan yang bertujuan menunjukkan karakter dan kompetensi yang diharapkan diraih dan menguatkan nilai-nilai luhur Pancasila peserta didik dan para pemangku kepentingan.
Kegunaan Profil Pelajar Pancasila
- Menerjemahkan tujuan dan visi pendidikan ke dalam format yang lebih mudah dipahami oleh seluruh pemangku kepentingan pendidikan
- Menjadi kompas bagi pendidik dan Pelajar Indonesia
- Tujuan akhir segala pembelajaran, program dan kegiatan di satuan
Prinsip asesmen
Prinsip Pembelajaran
- Pembelajaran dirancang dengan mempertimbangkan tingkat pencapaian peserta didik saat ini, sesuai kebutuhan belajar, serta mencerminkan karakter dan perkembangan mereka.
- Pembelajaran dirancang dan dilaksanakan untuk membangun kapasitas belajar peserta didik dan kapasitas mereka untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat, mendorong pengembangan kapasitas belajar.
- Kegiatan belajar mendukung perkembangan kognitif dan karakter peserta didik secara berkelanjutan dan holistik.
- Pembelajaran yang relevan, yaitu pembelajaran yang dirancang sesuai konteks kehidupan dan budaya peserta didik, serta melibatkan orang tua dan komunitas sebagai mitra.
- Pembelajaran berorientasi pada masa depan yang berkelanjutan.
Prinsip Asesmen
- Asesmen merupakan bagian terpadu dari proses pembelajaran, memfasilitasi pembelajaran, menyediakan informasi sebagai umpan balik untuk guru, peserta didik, dan orang tua.
- Asesmen perlu dirancang dan dilakukan sesuai dengan tujuan.
- Asesmen dirancang secara adil, valid dan dapat dipercaya, memberikan informasi yang kaya bagi guru, peserta didik dan orang tua mengenai kemajuan dan pencapaian pembelajaran, serta keputusan tentang langkah selanjutnya.
- Asesmen sebaiknya meliputi berbagai bentuk tugas, instrumen, dan teknik yang sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ditargetkan.
- Laporan kemajuan belajar dan pencapaian peserta didik bersifat sederhana dan informatif, memberikan informasi yang bermanfaat untuk peserta didik dan orang tua, dan data yang berguna untuk penjaminan dan peningkatan mutu pembelajaran.
Keterkaitan Prinsip Asesmen & Pembelajaran
- Pembelajaran dirancang dengan mempertimbangkan tingkat pencapaian peserta didik saat ini, sesuai kebutuhan belajar, serta mencerminkan karakter dan perkembangan mereka.
- Pembelajaran dirancang dan dilaksanakan untuk membangun kapasitas belajar peserta didik dan kapasitas mereka untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat
- Kegiatan belajar mendukung perkembangan kognitif dan karakter peserta didik secara berkelanjutan dan holistik
- Pembelajaran yang relevan, yaitu pembelajaran yang dirancang sesuai konteks kehidupan, menghargai budaya peserta didik, serta melibatkan orang tua dan komunitas sebagai mitra
- Pembelajaran berorientasi pada masa depan yang berkelanjutan
Asesmen Diagnostik

Asesmen diagnostik bertujuan untuk mendiagnosis kemampuan dasar siswa dan mengetahui kondisi awal siswa. Asesmen diagnostik terbagi menjadi asesmen diagnostik non-kognitif dan asesmen diagnosis kognitif.
Asesmen diagnostik non-kognitif
Tujuan asesmen diagnostik non-kognitif adalah:
- Mengetahui kesejahteraan psikologi dan sosial emosi siswa
- Mengetahui aktivitas selama belajar di rumah
- Mengetahui latar belakang pergaulan siswa
- Mengetahui gaya belajar, karakter serta minat siswa
Tahapan melaksanakan asesmen diagnostik non-kognitif adalah:
- Persiapan. Contoh:
- Siapkan alat bantu berupa gambar-gambar yang mewakili
- Buat daftar pertanyaan kunci mengenai aktivitas siswa
- Pelaksanaan. Contoh: Meminta siswa mengekspresikan perasaannya selama belajar di rumah serta menjelaskan aktivitasnya, bisa dengan cara bertutur langsung (bercerita), menuliskannya, atau melalui gambar.
Pelaksanaan dapat dilakukan dengan strategi tanya-jawab:- Memastikan pertanyaan jelas dan mudah dipahami
- Menyertakan acuan atau stimulus informasi yang dapat membantu siswa menemukan jawabannya
- Memberikan waktu berpikir pada siswa sebelum menjawab pertanyaan
- Tindak Lanjut
- Identifikasi siswa dengan ekspresi emosi negatif dan ajak berdiskusi empat mata
- Menentukan tindak lanjut dan mengomunikasikan dengan siswa serta orang tua bila diperlukan
- Ulangi pelaksanaan asesmen non-kognitif pada awal pembelajaran
Asesmen diagnostik kognitif
Tujuan asesmen diagnostik kognitif adalah:
- Mengidentifikasi capaian kompetensi siswa
- Menyesuaikan pembelajaran di kelas dengan kompetensi rata-rata siswa
- Memberikan kelas remedial atau pelajaran tambahan kepada siswa yang kompetensinya di bawah rata-rata
Tahapan melaksanakan asesmen diagnostik kognitif adalah:
Persiapan & Pelaksanaan
Buat jadwal pelaksanaan asesmen
Identifikasi materi asesmen berdasarkan penyederhanaan kompetensi dasar yang disediakan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan
Susun pertanyaan sederhana yang meliputi:
2 pertanyaan sesuai kelasnya, dengan topik capaian pembelajaran baru
6 pertanyaan dengan topik satu kelas di bawah
2 pertanyaan dengan topik dua kelas di bawah (sesuaikan pertanyaan dengan topik yang menjadi prasyarat untuk bisa mengikuti pembelajaran di jenjang sekarang)
Berikan asesmen untuk semua siswa di kelas, baik yang belajar tatap muka di sekolah maupun yang belajar di rumah
Tindak Lanjut
Lakukan pengolahan hasil asesmen
- Buat penilaian dengan kategori “Paham utuh”, “Paham sebagian”, dan “Tidak paham”
- Hitung rata-rata kelas
Bagi siswa menjadi tiga kelompok:
- Siswa dengan nilai rata-rata kelas akan mengikuti pembelajaran dengan ATP sesuai fasenya
- Siswa dengan nilai di bawah rata-rata mengikuti pembelajaran dengan diberikan pendampingan pada kompetensi yang belum terpenuhi
- Siswa dengan nilai di atas rata-rata mengikuti pembelajaran dengan pengayaan
Lakukan penilaian pembelajaran topik yang sudah diajarkan sebelum memulai topik pembelajaran baru, untuk menyesuaikan pembelajaran sesuai dengan rata-rata kemampuan siswa
Ulangi proses diagnosis ini dengan melakukan asesmen formatif (dengan bentuk dan strategi yang variatif), sampai siswa mencapai tingkat kompetensi yang diharapkan
Asesmen Formatif & Sumatif

Definisi Asesmen Formatif
- Metode evaluasi yang dilakukan untuk evaluasi proses pemahaman murid, kebutuhan pembelajaran, dan kemajuan akademik selama pembelajaran.
- Asesmen formatif memantau pembelajaran murid dan memberikan umpan balik yang berkala, dan berkelanjutan.
- Bagi murid, asesmen formatif berfungsi membantu murid mengidentifikasi kekuatan dan aspek yang perlu dikembangkan.
- Bagi guru dan sekolah, asesmen formatif berfungsi memberikan informasi mengenai tantangan apa saja yang dihadapi murid dalam proses pembelajaran projek sehingga dukungan yang memadai dapat diberikan.
- Asesmen formatif dapat diberikan oleh guru, teman, atau diri sendiri.
Definisi Asesmen Sumatif
- Metode evaluasi yang dilakukan di akhir pembelajaran.
- Asesmen sumatif seringkali memiliki taruhan tinggi karena berpengaruh terhadap nilai akhir murid, jadisering diprioritaskan murid daripada asesmen formatif.
- Umpan balik dari asesmen hasil akhir ini (sumatif) dapat digunakan untuk mengukur perkembangan murid untuk memandu guru dan sekolah merancang aktivitas mereka untuk projek berikutnya.
Untuk saat ini, assessment of learning yang paling banyak dilakukan oleh guru. Harapannya dengan kurikulum baru akan lebih banyak mengutamakan assessment as learning dan for learning.
Penekanan pada Asesmen Formatif
Dengan penerapan kurikulum ini, guru diharapkan dapat memberikan proporsi lebih banyak pada pelaksanaan asesmen formatif daripada menitikberatkan orientasi pada asesmen sumatif.
Harapannya, kurikulum ini akan mendukung proses penanaman kesadaran bahwa proses lebih penting daripada sebatas hasil akhir.
Membangun Keseimbangan Asesmen Formatif dan Sumatif
Jumlah asesmen formatif sebaiknya lebih banyak dari jumlah asesmen sumatif.
Jelaskan tujuan asesmen formatif adalah untuk perbaikan dan pengembangan diri. Asesmen formatif dapat membantu mereka mendapatkan nilai yang lebih baik dalam asesmen sumatif di akhir, juga untuk mengoptimalkan kegiatan pembelajaran.
Bangun keterkaitan antara asesmen sumatif dan formatif. Dengan merancang asesmen formatif yang berkontribusi pada tugas sumatif dapat menurunkan beban kerja murid dan memperjelas relevansi tugas formatif.
Mengapa Keseimbangan Asesmen Formatif dan Sumatif penting?
Mengubah paradigma belajar yang menitikberatkan pada nilai menjadi belajar yang menitikberatkan pada proses.
Jika ketergantungan pada asesmen sumatif masih terjadi dengan umpan balik yang sedikit, maka dapat menghambat proses murid untuk “mengalami pengetahuan”.
Bentuk asesmen formatif maupun sumatif ada dua, yaitu:
- Bentuk Tidak Tertulis, contohnya:
- Diskusi kelas
- Drama
- Produk
- Presentasi
- Tes Lisan
- Bentuk Tertulis, contohnya:
- Refleksi
- Esai
- Jurnal
- Poster
- Tes Tertulis
Panduan pembelajaran dan asessment Kurikulum merdeka Pembelajaran dan Asesment
Pemberian umpan balik
Dados umpan balik nike mebuat...?
Umpan balik merupakan kumpulan informasi mengenai bagaimana seseorang melakukan suatu kegiatan. Umpan balik biasanya berisi hal baik yang sudah dilakukan, hal yang butuh perbaikan dan hal yang bisa dikembangkan untuk aktivitas selanjutnya
Bagi guru, umpan balik dapat memberikan informasi perkembangan murid untuk memodifikasi pengajaran dan pembelajaran di masa depan.
Bagi murid, umpan balik membantu untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan mereka sehingga murid dapat mengatur dan merasa berperan dalam proses pembelajaran mereka. Selain itu, memberikan umpan balik kepada sesama teman juga memberikan kesempatan bagi murid untuk belajar dari satu sama lain.
10 Prinsip Pemberian Umpan Balik yang Efektif menurut Nicol, D.:
1.Mudah dimengerti; menggunakan bahasa yang mudah dipahami. 2. Transferable; berfokus pada proses pembelajaran 3. Melihat ke belakang; mengacu pada pencapaian murid dari penilaian sebelumnya 4. Spesifik; berhubungan dengan aktivitas yang dinilai. 5. Lebih dari penilaian; tidak hanya terpaku pada nilai tetapi pencapaian target pembelajaran. 6. Tepat waktu; memberikan cukup waktu untuk memperbaiki. 7. Kontekstual; berhubungan dengan Capaian Pembelajaran dan kriteria penilaian. 8. Seimbang; berikan pujian juga atas pencapaian. 9. Melihat ke depan; berikan masukan bagaimana untuk memperbaiki diri/ proyek berikutnya. 10. Selektif; memberikan komentar yang detil untuk 2-3 hal saja yang didahulukan.
Seperti apa umpan balik yang baik?
- Menurut Kemdikbudristek (2022) umpan balik harus terdiri dari:
- feed up (mengklarifikasi tujuan dengan murid),
- feedback (tanggapan atas pekerjaan murid dan kemajuan mereka)
- feed forward (saran bagi murid untuk dipakai di masa depan menggunakan data dari feedback).
- Membutuhkan tujuan dan sasaran yang jelas dan dapat dimengerti oleh murid dan guru.
- Memungkinkan murid untuk mengidentifikasi:
- apa yang mereka ketahui,
- apa yang mereka pahami,
- di mana mereka membuat kesalahan,
- di mana mereka memiliki kesalahpahaman
- kapan mereka terlibat / tidak terlibat dalam pembelajaran.
Mengapa umpan balik penting?
Umpan balik nike satmaka "ngaukin". Kenken rasane yen ten wenten ane nyambat sare tatkale irage teka? Pastika wenten sane kirang, lan rumase nenten wenten kewigunan. Punika naler umpan balik ring proses pembelajaran. Menurut Kemdikbudristek (2022) Umpan balik merupakan kumpulan informasi mengenai bagaimana seseorang melakukan suatu kegiatan. Umpan balik biasanya berisi hal baik yang sudah dilakukan, hal yang butuh perbaikan dan hal yang bisa dikembangkan untuk aktivitas selanjutnya. Niki seperti tindak lanjut mangde nenten terus mentrasnsfer pengetahuan tanpa melihat neked dije sampun muride melajah.
Yening guru, umpan balik mresidayang ngicenin informasi perkembangan murid untuk memodifikasi pengajaran dan pembelajaran seperti apa kedepannya.
yening murid, umpan balik ngewantu mangde kelebihan lan kekirangan murid sehingga murid mresidayang ngatur dan merasa berperan dalam proses pembelajaran mereka. Tiyosan punika, ngicenin umpan balik ring sesama teman naler memberikan kesempatan bagi murid untuk belajar dari satu sama lain.
- Menurut Kemdikbudristek (2022) umpan balik harus terdiri dari:
Tiyosan punika naler tiyang lampirkan panduan pengembangan proyek Penguatan Profil Pelajar pancasila, Panduan Pembelajaran dan Asessment, dan struktur kurikulum di sekolah penggerak klik disiniTambahan terkait Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (Kurikulum Merdeka) sekadi ring sor:
- 2. Kepmen IKM
- 6. P5
- 9. ATP
wenten naler https://linktr.ee/k_merdeka utawi niki dados naler celek kurikulum merdeka lengkap mengulas kurikulum merdeka mulai dari awal.
- Tiyosan ring sor punike, diulas naler secara lengkap kurikulum merdeka ring PMM PLATFORM MERDEKA MENGAJAR utawi KURIKULUM-MERDEKA
Amunike kirang langkung, ngiring melajah sareng-sareng duaning sami ne ke ruruh ring jagate niki nak sangkaning belog, nike mekade napi sane tulis tiyang niki pastike wenten kekirangane. Mangde semeton utami teman-teman guru nagingin malih mangde jangkep. Ampura kirang langkung.
I Putu Ardika


Sangat menginspirasi dan menambah pemahaman tentang kurikulum merdeka. Suksma pak putu
BalasHapusSuksma Guru....π
BalasHapusmantap penjelasannya Pak Putu...sukses slluππΌππΌ
BalasHapusSuksma Guru, sampun mepaica
HapusSangat menginspirasi dan menambah pemahaman tentang kurikulum merdeka. Semoga kedepannya dapat terus berkarya dan mencetak generasi penerus bangsa yang dapat membanggakan kita semua. semangat Pak Putu. swaha tuhan lancarakan dalam setiap kegiatan.
BalasHapusSuksma Bu Guru hebat. Nnas bimbingannya
HapusPak, Guru yang selalu menginspirasi, patut ditiru dan digugu, suksma atas pencerahannya suhu.
BalasHapusNunas pencerahannya Suhu....π
BalasHapusWah kerenππ, terimakasih sudah berbagi π
BalasHapusSuksma Bu Guru. Sarannya nggih..
Hapus