BERHAMBA PADA MURID MELALUI PENDIDIKAN GURU PENGGERAK
Oleh: I Putu Ardika
Guru Penggerak Kota Denpasar Angkatan 1
Waktu mengantarkanku pada perjalanan pematangan. Walaupun banyak yang belum diketahui, namun asa selalu ada jika niat kuat untuk belajar dan berkolaborasi menyemangati diri. Perjalanan sebagai Guru Penggerak ku awali dari tempat tugasku di SD Negeri 2 Serangan. Tidak terpikir sebelumnya apa jadinya jika aku mengikuti program guru penggerak. Dalam pikiranku yang ada hanya belajar dan terus belajar, apalagi ini adalah program dari Kementerian pendidikan dan Kebudayaan. Jelas bagiku ini harus didukung. Ini merupakan kesempatan untuk meningkatkan diri menjadi seorang guru yang adaptif dan peka terhadap perkembangan dan kebutuhan murid saat ini.
Kepala sekolahku (I Ketut Merta, S.Pd.SD) sangat mendukung apa yang aku kerjakan dan rencanakan di SD negeri 1 Panjer. Keyakinan ini semakin kuat untuk belajar dan ide-ide datang mengalir begitu saja tertuju pada peningkatan kualitas pembelajaran yang aku laksanakan di kelas VI SD Negeri 2 Serangan. Menyadari keunikan anak-anak di Desa Serangan, paling tidak aku berpikir usaha kecil apa yang dapat dilakukan untuk memfasilitasi keanekaragaman peserta didik ku. Jiwa guru semakin menguatkan tekad. Segala upaya dan daya aku kerahkan agar dapat menciptakan peluang-peluang inovasi pembelajaran tujuannya agar anak didiku memperoleh pelayanan pendidikan yang juga bagian dari hak-hak mereka.
Bulan September 2020 gaung Pendidikan Guru Penggerak mulai mengiang ditelinga. Reaksi diri untuk mengikuti semakin kuat. Akupun ikut pendaftran bersama beberapa guru komunitasku di Denpasar. Mereka rata-rata memiliki visi yang sama denganku, yaitu mewujudkan suatu pembaharuan pendidikan khususnya layanan pembelajaran yang berpihak kepada murid. Tahapan seleksi aku ikuti mulai dari kelengkapan personal, tes bakat skolastik, wawancara, dan simulasi mengajar. Setelah dinyatakan lulus seleksi, aku mengikuti PGP sekitar pertengahan Oktober 2022. Ada 3 modul yang dipelajari yang masing-masing Modul terdiri dari beberapa sub. Secara umum materi utama dalam modul-modul yang aku pelajari pada Pendidikan Guru Penggerak tentang:
Modul 1
1.1 Filosofi Pendidikan KHD,
1.2 Nilai dan peran Guru Penggerak,
1.3 Visi Guru penggerak,
1.4 Budaya Positif
Modul 2
2.1 Pembelajaran Berdiferensiasi,
2.2 Pembelajaran Sosial dan emosional,
2.3 Coaching,
Modul 3
3.1 Pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran
3.1 Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya
3.2 Pengelolaan Program yang Berdampak pada Murid
Modul-modul tersebut diimplementasikan dalam bentuk kolaborasi dengan Kepala Sekolah tempatku bertugas yaitu di SD Negeri 2 Seranga, dengan pendamping: I Kadek Aditia Putra, S.Pd., M.Pd, dan kelompokku di PGP (Kadek Yuliantari, Kiyonegara, Maria Ulfa, Kadek Wisudarini). Selain kolaborasi dan implementasi di sekolah masing-masing. Kegiatan PGP juga aku ikuti seperti lokakarya, simposium, dan panen raya. Semua dilakukan dengan semangat dan keyakinan untuk terus belajar dan adaptif. Program Guru Penggerak saya yakini ditujukan untuk menyiapkan para pemimpin pendidikan Indonesia masa depan, yang mampu mendorong tumbuh kembang murid secara holistik; aktif dan proaktif dalam mengembangkan guru di sekitarnya untuk mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat kepada murid; serta menjadi teladan dan agen transformasi ekosistem pendidikan untuk mewujudkan profil Pelajar Pancasila.
Untuk mendukung tercapainya tujuan itu, Program Pendidikan Guru Penggerak (PPGP) dijalankan dengan menekankan pada kompetensi kepemimpinan pembelajaran (instructional leadership) yang mencakup komunitas praktik, pembelajaran sosial dan emosional, pembelajaran berdiferensiasi yang sesuai perkembangan murid, dan kompetensi lain dalam pengembangan diri dan sekolah
Guru Penggerak merupakan episode kelima dari rangkaian kebijakan Merdeka Belajar yang diluncurkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan dijalankan melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK). Program Guru Penggerak ini bertujuan untuk menyiapkan para pemimpin pendidikan Indonesia masa depan, yang mampu mendorong tumbuh kembang murid secara holistik; aktif dan proaktif dalam mengembangkan guru di sekitarnya untuk mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat kepada murid; serta menjadi teladan dan agen transformasi ekosistem pendidikan untuk mewujudkan profil Pelajar Pancasila.
Untuk mendukung tercapainya tujuan itu, Program Pendidikan Guru Penggerak (PPGP) dijalankan dengan menekankan pada kompetensi kepemimpinan pembelajaran (instructional leadership) yang mencakup komunitas praktik, pembelajaran sosial dan emosional, pembelajaran berdiferensiasi yang sesuai perkembangan murid, dan kompetensi lain dalam pengembangan diri dan sekolah.
Akhirnya setelah melalui proses panjang selama sembilan bulan (dari Oktober 2020 sampai Juli 2021) saya dinyatakan lulus mengikuti pendidikan guru penggerak berdasarkan Surat Tanda Tamat Pendidikan Nomor : 2907/B6.2/GT.04.00/2021 dengan predikat "Amat Baik".
Berikut ini oleh-oleh yang bisa saya bagikan kepada para pembaca dan guru-guru yang berdedikasi terhadap generasi-generasi ceria.
https://drive.google.com/file/d/1LsHtqXxzh9iv0jBOoy0AhDDA_HjeYRAv/view?usp=sharing
Beberapa lensa selama mengikuti Pendidikan guru penggerak sebagai berikut.
Modul 1.1 Refleksi Filosofi Pendidikan Nasional Menurut KHD
Modul 1.2 Nilai dan Peran Guru Penggerak
Modul 2.1 Pembelajaran Untuk Memenuhi Kebutuhan Belajar Murid
Modul 2.2 Pembelajaran Sosial dan Emosional
Modul 2.3 Coaching Untuk Supervisi Akademik
Modul 3.1 Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-nilai Kebijakan Berbasis Pemimpin
Modul 3.2 Pemimpin Sebagai Pengelola Sumber Daya
Modul 3.3 Pengelolaan Program Yang Berdampak Positif Pada Murid
Mohon saran-saran membangun dari artikel yang saya tulis ini. Kirang langkung tiyang nunas ampura. Matur suksma


Terimakasih infonya. Bermanfaat
BalasHapusSuksma mewali Guru
BalasHapus